You are here: Home News ILMIKI in ACTION, GEMPA JABAR

http://www.ilmiki.org

ILMIKI in ACTION, GEMPA JABAR

E-mail Print PDF

Pagi itu, 5 September 2009 merupakan hari keberuntungan bagi Eni Rahmawati (Dirjen Eks_Sosmas ILMIKI), Dayan Hisni (UNSOED), Abdul Aziz (UNSOED) atas nama mahasiswa keperawatan Indonesia (ILMIKI) berangkat menuju Tasikmalaya. Kota yang akhir-akhir lalu gempar dengan berita gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan pusat gempa di Laut Selatan 104 kilometer Barat Daya Tasikmalaya (PVMBG) dan menelan banyak sekali korban baik itu jiwa amupun materi. Kota pasundan yang sebelumnya tak pernah terusik oleh bencana apapun tiba-tiba dikejutkan oleh goyangan bumi pada siang bolong. Sungguh luarbiasa, dalam sekejap perhatian public tertuju pada kota “bersinar” tersebut.


Tak kurang dari 12jam Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan (ILMIKI) mengkoordinasi dan mengadakan penggalangan dana secara terpusat melalui nomor rekening dirjen eksternal dan social masyarakat ILMIKI. Hasilnya sangat mengejutkan pada tanggal 3 September 2009 dana yang terkumpul pada pukul 12.00 WIB adalah Rp. 2.700.000,00 jumlah yang tidak sedikit untuk ukuran mahasiswa yang dikoordinasi dalam waktu 6jam. Partisipasi dan sumbangsih mahasiswa keperawatan dari Universitas Sumatra Utara (USU), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Muhamadiyah Malang (UMM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Sriwijaya (UNSRI), STIKES Kendal, Universitas Indonesia (UI), Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Hasanudin (UNHAS), Universitas Airlangga (UNAIR), STIKES Surya Global, Universitas Muhamadiyah Surakarta (UMS), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY), UIN Jakarta dan temen-temen mahasiswa keperawatan lainnya  akan jiwa “care” yang telah melekat dan menyatu dalam tubuhnya. Inilah generasi perawat masa depan, perawat dengan idealis tinggi, semangat yang membara dan jiwa keperawatan yang luar biasa.


Disela-sela kesibukan kuliah, seluruh Pengurus Harian Nasional (PHN ILMIKI) berkumpul dan mengadakan rapat untuk teknis pendistribusian dana melalui netmeet. Rapat pada tanggal 5 September 2009 yang berlangsung pada pukul 05.00 – 07.30 WIB itu langsung dipimpin oleh Ade Martiwi (Sekjen ILMIKI). Akhirnya diputuskan pada pagi itu ILMIKI pada hari itu memberangkatkan delegasi untuk mendistribusikan dana gempa tahap I dan melakukan survai lapangan. Lokasi yang menjadi target kedatangan adalah Kabupaten Garut, kota di jalur selatan yang berdekatan dengan pantai, PPNI Garut melalui NERS melaporkan banyak rumah perawat yang hancur karena gempa pada tanggal 2 September 2009 itu. Berdasarkan data(5/9) jumlah korban jiwa meninggal di Kabupaten Garut berjumlah 7 orang, luka-luka 125 ringan dan berat, rumah roboh parah dan ringan 13.902 rumah. Adanya beberapa pertimbangan tersebut, maka pada pagi itu setelah netmeet selesai tiga perwakilan ILMIKI berangkat dengan menggunakan bus.


Hari pertama, Kota Garut ditempuh dengan waktu 2 jam dari kota Tasikmalaya. Perjalanan yang panjang bagi kami bertiga dari Purwokerto. Tiba di Tasikmalaya kami dijemput oleh Tim Sukarelawan yang kebetulan sedang mengadakan rapat gabungan dari kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut dan Kabupaten Banjar tentang pendistribusian bantuan. Kami ikut dalam rapat tersebut dan akhirnya pukul 22.00 WIB kami mulai perjalanan ke Garut. Tiba di Garut  disambut oleh ketua PPNI Garut Bapak Karnoto S.Kep. Pada malam itu juga kami meminta semua data lokasi titik gempa dengan kerusakan yang terparah. Hasilnya  ada 7 titik yang belum “tersentuh” oleh aliaran dan distribusi bantuan pemerintah atau LSM karena medannya yang memang sangat berjauhan. Daerah-daerah tersebut adalah Peundeuy, Cibalong, Pameungpeuk, Cikelet, Cisompet, Cilawu dan Godog Desa. Data dari PPNI Garut tersebut mempermudah kami dalam melakukan survai. Pada hari kedua, kami melakukan survai di Kecamatan Karang Pawitan, Desa Lebak Agung, Godog Desa. Untuk menuju ketempat itu kami harus menaiki angkut kota jurusan cipanas, kemudian kami menaiki angkutan kedua bernomer 12. Setelah itu kami harus menaiki ojek untuk dapat menaiki gunung, letak desa Godog Desa. Perjalanan kurang lebih 1 jam dari kantor PPNI. Tiba disana kami diantarkan ke   rumah kepala desa, dari informasi beliau kami melanjutkan perjalanan menuju posko bencana berada diatas bukit. Tidak terduga posko selama 2 hari itu dalam keadaan kosong, tidak ada tim medis atupun sukarelawan yang berjaga, hanya ada 2-3 penduduk, nenek berusia 65 tahun. ujar warga yang kami temui belum ada tim medis yang melakukan pemeriksaan kesehatan, padahal secara umum keadaan warga didesa Godog sangat memperhatikan sudah 3 hari warga tidur dibawah tenda plastik yang mereka coba bangun dihalaman rumah mereka masing-masing. Keadaan rumah mereka yang sudah tidak layak untuk ditempati, terpaksa juga membawa bayi yang berusia 8 bulan ikut merasakan hawa dingin yang selalu menyelimuti desa tersebut. Keadaan kesehatan warga yang pada umumnya mulai tekena gatal-gatal dan sesak nafas menginjak hari ketiga dari gempa (2/9) yang lalu.


Bantuan logistik yang sudah diberikan sampai hari ketiga pagi hari, menurut pengakuan warga setiap Kepala Keuarga baru mendapatkan 2 bungkus mie instans dan 1 bungkus roti. sungguh memprihatinkan keadaanya, pendistribusian barang belum sampai ketingkat desa dan masih berada di kecamatan ujar wakil satkorlak Dinas Sosial Kabupaten garut yang coba kami temui di posko pusat Dinas Sosial pada saat melaporkan kejadian tersebut. Mereka tidak bias menunggu terlalu lama, akhirnya bekal obat-obatan yang kami bawa dari hasil penggalangan dana sebabyak 2 dus sedang dan 101 paket bantuan logistik melipu sabun mandi, minyak goreng, mie instans, beras dan teh kami distribusikan di kedua desa yaitu di Rt/Rw 01/06 Desa Lebak Agung, Rt/Rw  04/03 dan Rt/Rw 02/04 Desa Situ Gede Kecamatan Karang Pawitan, Kabupaten Garut. Antusias warga sangat luar biasa ketika mobil PPNI beserta kami delegasi dari ILMIKI datang. Rasa haru dan senang terlihat jelas diwajah para warga, saya selaku dirjen Eksternal dan Sosial Masyarakat yang bertanggung jawab langsung untuk kegiatan ini dan didampingi oleh Bapak Karnoto menyerahkan secara langsung bantuan tersebut atas nama mahasiswa Keperawatan Indonesia (ILMIKI).


Kegiatan tersebut berlangsung begitu cepat berlalu sampai tidak terasa waktu magrib untuk berbuka puasa kami batalkan di posko pusat Dinas Sosial, Kami laporkan kegiatan pendistribusian dana  tahap I dari Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI) kepada satkorlak Dinas social. Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Dede Romansyah menghimbau bantuan berupa tim medis sukarelawan untuk dapat ditempatkan di beberapa titik posko yang memang samaskali belum ada sampai pada tanggal 17 September 2009. Untuk itu kami pulang membawa pesan ini untuk teman-teman keperawatan Indonesia.


Eni Rahmawati
DIRJEN EKSTERNAL DAN SOSIAL MASYARAKAT ILMIKI 2009-2011

 

Visitors Statistics

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
112
155
118

+37
This week:
Last week:
Week before last week:
385
960
868

+92
This month:
Last month:
Month before last month:
1024
3800
2392

+1408
This year:
Last year:
23541
750
+22791

All visits
Since 14-11-09 24 291
Since 14-11-09   24 291 

Rakernas V

Suasana Rapat Kerja Nasional ILMIKI yang Ke-V

Aksi Nasional

Aksi Nasional memperjuangkan RUU Keperawatan RI

Aksi anggota ILMIKI

Aksi anggota ILMIKI saat Gempa Jawa Barat

Forum ILMIKI

Ajang silaturahmi dan diskusi anggota ILMIKI