You are here: Home News Diskusi Publik ILMIKI-LSF: Pencitraan Perawat di industri Film Indonesia

http://www.ilmiki.org

Diskusi Publik ILMIKI-LSF: Pencitraan Perawat di industri Film Indonesia

E-mail Print PDF
Hasil diskusi ILMIKI bersama Lembaga Sensor Film (LSF)
terkait pencitraan perawat di gedung LSF Jln. M.T. Haryono kav 48, Jaksel pada tanggal 2 Juni 2010.
 
Perwakilan mahasiswa yang hadir ke sana ada 9 orang. 5 orang dr UMJ, 2 orang dari UI dan 2 orang dari UIN. Di sana kami disambut oleh ketua LSF sendiri yaitu Dr. Muchlis dan 4 anggota dari LSF lainnya.
 
Pertama, hal-hal yang disensor dari sebuah film meliputi:
1.    Gambar
2.    Dialog
3.    Pencitraan
 
LSF juga menilai sebuah film tidak hanya secara subyektif tapi juga secara obyektif dimana mereka melihat keluarga mereka seandainya ada salah satu keluarga mereka yang menonton film tersebut. Peran LSF di sini harus berada di tengah dengan memajukan industry film tapi juga tidak mengorbankan masyarakat. Jadi tidak ada kesan bahwa LSF ada di bawah tekanan industri perfilman.
 
Saat ini perfilman Indonesia hampir mengalami mati suri lagi.  Salah satu penyebabnya adalah jarangnya film-film bagus yang di buat oleh produser(karena produser sudah kehabisan ide), jugs dikarenakan film-film yang bagus itu pembuatannya lama bias hingga 6 bulan, juga membutuhkan dana yang banyak sehingga film yang masuk ke bioskpo pun menjadi berkurang. Untuk itu, film-film yang pembuatannya cepat dan biayanya murah yang banyak menghiasi bioskop-bioskop termasuk film-film berbau suster.
 
Menurut Pak Jhon (tokoh bioskop senior) yang hadir saat itu, Film adalah bayang-bayang realita, artinya produser yang memproduksi film suster ngesot,suster keramas dll. itu terinspirasi dari banyaknya cerita tentang suster ngesot, dkk yang beredar di masyarakat Indonesia. Dan tidak ada niat dari produser untuk member kesan negatif pada profesi perawat. Terlebih beliau mengatakan bahwa adanya film ini tidak berpengaruh pada profesi perawat dirumah sakit karena jumlah pasien yang datang itu tetap lebih banyak. Terlebih memang tidak ada larangan dari UU perfilman untuk mengambil judul dari nama suatu profesi.
 
Untuk LSF sendiri, telah banyak memberi pengarahan kepada para produser untuk membuat tema film yang baik namun kebanyakan produser yang lebih mementingkan sisi komersial film tersbut dibandingkan dari segi moralnya. Untuk judul-judul film pun, para pembuat film itu ingin menarik penonton melalui judul yang dibuat sehingga judul-judul yang berbau suster tersebut dianggap menarik dan bisa membuat masyarakat untuk menonton filmnya.
LSF senang dengan kedatangan mahasiswa ke sana karena dengan begitu LSF mendapat masukan untuk tidak meloloskan film yang bisa membuat citra buruk perawat. LSF juga sering mengadakan diskusi dengan masyarakat untuk mendapat pandangan dari masyarakat tentang film Indonesia sehingga diharapkan LSF dapat lebih baik dalam bekerja.
 
Dari diskusi ini, LSF meminta kita untuk mencari titik singgung antara pencitraan perawat dengan film-film tersebut sehingga mereka bisa tahu dimana titik singgungnya. Dan LSF juga mengundang ILMIKI dengan masa yang lebih banyak lagi untuk berdiskusi beserta produser dari film-film tersebut dan melihat beberapa potongan film yang telah disensor. Dan lebih lagi mereka berharap dari mahasiswa keperawatan juga membuat scenario atau film tandingan untuk merubah citra perawat yang dianggap tidak baik ini.
LSF juga mengimbau kita sebagai masyarakat bisa menjadi pendidik bagi yang lainnya untuk bisa memilih film seperti apa yang baik dan layak untuk ditonton.
 
Demikian laporan diskusi yang dapat kami sampaikan, diharapkan teman-teman bias menyampaikan lagi kepada yang lainnya.
Terima kasih. (Jay n Melinda).
 
Link terkait : lsf.go.id
 

Visitors Statistics

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
61
114
104

+10
This week:
Last week:
Week before last week:
1035
854
873

-19
This month:
Last month:
Month before last month:
586
3800
2392

+1408
This year:
Last year:
23103
750
+22353

All visits
Since 14-11-09 23 852
Since 14-11-09   23 852 

Rakernas V

Suasana Rapat Kerja Nasional ILMIKI yang Ke-V

Aksi Nasional

Aksi Nasional memperjuangkan RUU Keperawatan RI

Aksi anggota ILMIKI

Aksi anggota ILMIKI saat Gempa Jawa Barat

Forum ILMIKI

Ajang silaturahmi dan diskusi anggota ILMIKI