Banyak orang Jepang berseliweran di Gedung Ismangoen UGM pada awal bulan Maret kemarin!!! Ada apa ini?? Well, sensei-sensei itu bukan tanpa alas an lho datang ke PSIK FK UGM. Beliau-beliau adalah sebagian dari speakers dalam seminar Internasional yang baru saja diselenggarakan oleh PSIK FK UGM, Indonesia bekerjasama dengan Kobe University, Jepang. Seminar Internasional? Kapan? Ngapain aja? Hmmm… bagi yang kemarin belum berkesempatan menghadiri salah satu event besar ini dan pengen tahu dari A sampai Z tentang acara tersebut, you better check this one out!!!
“The role of Education and Empowerment Systems in Optimizing Handicap Children” adalah tema yang diangkat pada seminar internasional yang ternyata sudah diselenggarakan di PSIK untuk ketujuh kalinya ini. Dari temanya, kita sudah bisa mengira-ngira ya kalau seminar ini focus utamanya memang tentang peran pendidikan dan pemberdayaan anak-anak berkebutuhan khusus. Acara yang diadakan selama 2 hari (18 dan 19 Maret 2010) ini menghadirkan pembicara-pembicara yang enggak main-main juga lho. Semuanya adalah pakar dalam bidangnya dan telah banyak bergelut dalam dunia anak difabel.
Acara hari pertama dibuka dengan art performance teman-teman dari SLB 3 Yogyakarta yang menampilkan pantomime, menyanyi, serta baca puisi. Art performance selesai, saatnya masuk ke bagian yang lebih serius, yaitu keynote speeches oleh drg. Ekodjatmiko dari Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa dan Professor Satoshi Takada, M.D., Ph.D. dari Kobe University. Saar Prof. Takada baru mulai menyampaikan keynote speech nya, listrik sempat padam selama 30 menit lebih. But the show must go on! Segera setelah Keynote speeches selesai, lanjut ke penyampaian materi.
Pada sesi pertama, Prof. dr. Sunartini, yang dikenals ebagai ahli kesehatan anak, dan pak Setia Adi dari Departemen Sosial Propinsi DIY hadir sebagai pembicara. Setelah diselingi lunch break, seminar beranjak ke sesi yang kedua. Sesi kedua di hari pertama ini menarik banget lho. Tebak siapa salah satu pembicaranya? Yak, enggak lain enggak bukan adalah pak Sugeng, yang dikenal karena membuat dan membagikan seribu kaki palsu bagi para penyandang cacat.
Yang sempat menonton pak Sugeng di Kick Andy, pasti tau deh sosok yang satu ini. Beliau mungkin memang tidak mengenyam pendidikan setinggi pembicara yang lain, tapi kontribusinya dalam peningkatan kualitas hidup penyandang cacat sudah tidak diragukan lagi.
Pak Sugeng yang juga memakai kaki palsu buatannya sendiri, berhasil memeriahkan suasana seminar dengan gaya bicarnya yang ceplas-ceplos dan kocak itu. Pembicara kedua di sesi ini adalah dr. Maria Widagdo, Ph.D. Direktur Pusat Rehabilitasi Yakkum. Seminar hari pertama ini ditutup dengan presentasi dari tiga orang mahasiswa master course dari Department of Community Health Science Kobe University yaitu Rie Uchimura-san, Hiromi Tsushima-san, dan mbak Maulina Handayani. Ketiganya menyampaikan jurnal hasil penelitian mereka. That’s all for day one. Tapi, masih ada hari kedua
Nah, di hari kedua ini materi pertamanya super duper menarik lho! Professor Luo Qhiwei dari Faculty of Engineering Kobe University menyampaikan presentasinya tentang penggunaan robot sebagai salah satu caregiver bagi pasien. Dari presentasi beliau, makin jelaslah bahwa Jepang memang negaranya tekhnologi. Ilmu pengetahuan sudah sedemikian berkembang di sana dan benar-benar dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Pembicara kedua adalah Mr. Michael Allen, perwakilan dari United of Cerebral Palsy, sebuah organisasi USA yang membantu anak-anak penyandang cerebral palsy di seluruh dunia. Pembicara yang satu ini juga luar biasa lho. Mr. Allen ini masih mudah tetapi sudah memiliki komitmen mulia untuk do something for Children with CP.
Sesi kedua diisi oleh para fisioterapi, yaitu dr. Ahmad Fuad dari RSUP dr. Sardjito dan Associate Prof. Rei Ono dari Jepang. Nah, beliau-beliau inilah yang banyak turun tangan langsung dalam melakukan fisioterapi pada anak-anak dengan kebutuhan khusus. Lanjut ke sesi ketiga, sesi terakhir pada hari kedua. Ada tiga pembicara dalam sesi ini, Dr. Dra. I.L. Gamayanti yang menyampaikan permasalahan pada anak berkebutuhan khusus dari segi psikologis. Fitri Handayani, S.Kp., M.Kes. sebagai wakil dari profesi perawat, serta seorang Bapak dari anak yang berkebutuhan khusus, yang bersedia berbagi pengalaman hidupnya dan membesarkan anaknya yang notabene berbeda dari anak-anak pada umumnya.
Nah, itu tadi sedikit broad review seminar. Jelas masih banyak detil yang nggak bisa disampaikan di sini. Semoga dengan seminar kemarin, kita semakin sadar ya bahwa banyak teman-teman kita di luar sana yang tidak seberuntung kita dan bahwa mereka juga punya hak-hak yang sama seperti kita. Jadi, lebih baik lakukan sesuatu untuk mereka atas dasar kesadaran mereka untuk memenuhi hak-hak mereka, dan bukans emata-mata kasihan pada mereka. Jangan salah lho, mereka punya semangat hidup yang sama dan bahkan lebih besar dari kita semua. So keep your spirit guys!! See you in the next international seminar. (Maria Karola Lionar-PSIK FK UGM 2008)
latar belakang: http://keperawatan.ugm.ac.id/id/






