You are here: Home News BAntuan bencana banjir karawang

http://www.ilmiki.org

BAntuan bencana banjir karawang

E-mail Print PDF

Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan di Jakarta, Senin (29/3) menyebutkan, lima kecamatan yang masih terendam adalah Kecamatan Ciampel, Teluk Jambe Timur, Karawang Barat, Batujaya dan Pakisjaya, sehingga sekitar 500 unit rumah warga masih terendam.

Meski tidak terdapat korban meninggal dunia, luka berat maupun korban hilang akibat banjir itu, namun jumlah korban yang berkunjung ke pos kesehatan karena keluhan sakit, sampai Minggu (28/3) jumlahnya mencapai 19.151 orang, dengan rincian penyakit diare berdarah satu orang, diare dengan dehidrasi satu orang, dan diare biasa 565 orang.

Kemudian terkena infeksi saluran pernapasan (ISPA) pneumonia 67 orang, ISPA nonpneumonia 3.950 orang, cacar lima orang, thypoid lima orang, dermatitis 5.449 orang, scabies 104 orang, konjungtivitis 419 orang, gastritis 2.190 orang, serta hipertensi 828 orang.

Selain itu ada tiga orang menderita penyakit neurotik/psikosomatik, luka ringan 170 orang, asma 53 orang, pusing/migren 1.093 orang, demam 660 orang, influensa 1.386 orang, rematik 533 orang, mialgia 1.261 orang dan lainnya 408 orang.


mengingat banyaknya korban yang terkena dampak banjir di karawan, maka direktorat jendral Eksternal Sosial dan Kemasyarakatan ILMIKI akan mengadakan Bakti sosial untuk Korban BANJIR KARAWANG. yang Akan dilaksanakan pada tanggal 3 April 2010dengan tujuan kecamatan Pakis jaya

 

 

Visitors Statistics

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
111
155
118

+37
This week:
Last week:
Week before last week:
384
960
868

+92
This month:
Last month:
Month before last month:
1023
3800
2392

+1408
This year:
Last year:
23540
750
+22790

All visits
Since 14-11-09 24 289
Since 14-11-09   24 289 

Rakernas V

Suasana Rapat Kerja Nasional ILMIKI yang Ke-V

Aksi Nasional

Aksi Nasional memperjuangkan RUU Keperawatan RI

Aksi anggota ILMIKI

Aksi anggota ILMIKI saat Gempa Jawa Barat

Forum ILMIKI

Ajang silaturahmi dan diskusi anggota ILMIKI