Hidup mahasiswa .........!
Tepat tanggal 1 Oktober 2009, Anggota DPR/MPR RI Periode 2009-2011 baru saja dilantik. Entah mimpi buruk apa yang dialami oleh insan keperawatan Indonesia, karena sampai detik ini RUU keperawatan yang sudah lama diperjuangkan belum juga disahkan di gedung ‘rakyat’ tersebut. Demokrasi yang menjadi simbol negara ini seolah- olah hanya menjadi topeng bagi kalangan elit untuk memandang profesi keperawatan.
Kondisi riil dunia keperawatan indonesia yang belum mempunyai payung hukum bagi profesi keperawatan dan pendidikan profesi keperawatan yang belum rapi semakin melengkapi ”mimpi buruk” tersebut. Padahal tanggal 1 januari 2010, sebagai awal diberlakukannya globalisasi perawat, AFTA 2010, dimana perawat dari luar bebas keluar masuk ke indonesia begitu juga kita sebaliknya. Pertanyaannya disini, apakah ini menjadi sebuah kabar gembira bagi kita atau ini juga menjadi sebuah rentetan mimpi buruk kembali bagi profesi keperawatan?
Pertanyaan-pertanyaan besar serta kekecewaan mengiringi perjalanan pulang mahasiswa keperawatan se-Indonesia menuju FIK UI, setelah beberapa menit sebelumnya berkoar-koar dan berjemur ditengah terik matahari dalam aksi nasional 18 Agustus 2009 untuk memperjuangkan nilai sebuah profesi. Kekecewaan tersebut dirasakan karena tidak satupun anggota dewan yang keluar menemui peserta aKsi serta ditunda-tundanya jadwal audiensi fraksi-fraksi. Inilah kiranya wajah buram demokrasi saat ini, sehingga bukan lagi suara rakyat yang didengar melainkan suara para pemangku kepentingan.
Pertanyaan besar serta kekecewaan mengiringi perjalanan pulang mahasiswa keperawatan se-Indonesia menuju FIK UI, setelah beberapa menit.
Pagi itu, 5 September 2009 merupakan hari keberuntungan bagi Eni Rahmawati (Dirjen Eks_Sosmas ILMIKI), Dayan Hisni (UNSOED), Abdul Aziz (UNSOED)


